Selasa, 20 Agustus 2019

Penyerahan Laporan BKD Tahun 2019 Tahap 2; Download Berkas

 

 

Selasa, 16 Juli 2019

Undangan Calon Peserta SERDOS Workshop Tata Kelola Serdos Online 2019  | download

 

Jumat, 17 Mei 2019

PENDAFATARAN SERDOS untuk FAI, 2019 ; download

 

Rabu, 26 Juni 2019

Workshop Akreditasi Perguruan Tinggi di Tanjung Kodok; undangan DelegasiJadwal

 

Minggu, 12 Agustus 2018

Undangan Forum Prodi PBA di UNUJA Paiton; download Undangan [25-26 Agustus 2018]

 

Kamis, 05 Juli 2018

Bantuan Kemahasiswaan Kemenag, download

 

Jumat, 03 Mei 2019

Workshop Evaluasi data EMIS CLUSTER SUSI, Undangan

 

Minggu, 11 November 2018

Workshop Pemutahiran data EMIS dan PDDIKTI Cluster MADURA |  [14 NOV 2018] | undangan

 

Kamis, 25 Oktober 2018

Workshop Pemutahiran data EMIS dan PDDIKTI Cluster SUSI |  [29 Okt 2018] | undangan

 

Sarasehan Cluster Mataraman Inputing Data Perguruan Tinggi

mataramanPada hari Minggu, (7/6/2015) dari jam 08.00 – 15.30 WIB, telah dilaksanakan Sarasehan Cluster Mataraman Inputing Data Perguruan Tinggi pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDIKTI). Sarasehan bertempat di STAI Madiun, Jl. Soekarno Hatta 70 B Demangan Madiun (Depan Polres Madiun).

Kegiatan rutinan pertemuan cluster matraman ini dilaksanakan dengan biaya swadaya dari masing-masing PTKIS. Turut hadir bapak sekretaris Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta Kopertais Wilayah IV Surabaya, Muhammad Nuril Huda, M.Pd., dengan tim IT Kopertais, Bapak Moch. Cholil dan Nur Hasib, S.Kom.

Nara sumber kegiatan ini adalah operator dari STDI Jember, Muhammad Irhami, dan operator dari IAI Al-Qolam Gondanglegi Malang, Muhammad Hasyim, M.Pd.I. Peserta yang hadir berjumlah 40 PTKIS dari 45 PTKIS, yang terdiri dari PTKIS wilayah Jombang, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Pacitan, Ponorogo, Magetan, trengalek, dan Mojokerto yang koordinatori oleh bapak Ahmad Budiyono, S.Pd.I.

Dalam sambutannya, Ketua STAI Madiun berkata bahwa sekarang dalam urusan perpanjangan program studi maka urusannya panjang tidak seperti dulu. Sekarang, jika SK kurang dari 6 bulan maka harus mengajukan borang dan data dicek. Lalu, jika terdapat kekurangan maka tinggal melengkapi datanya, setelah itu sudah bisa mendapatkan tanda terima. Tapi sekarang BAN-PT sudah menerapkan pelaporan yang telah ditentukan oleh dikti, yaitu:

1. Kampusnya tidak termasuk dalam sengketa (catatan dikti)
2. Laporan di forlap.pddikti.go.id minimal 2 semester berurut
3. Dosen yang ber-NIDN dalam satu prodi minimal berjumlah 6
4. Dan lain-lain.

"Oleh karena itu," imbuh Ketua STAI Madiun, "acara sarasehan ini sangat membantu lembaga yang berkaitan dengan legalitas lembaga, dosen dan mahasiswa. Dalam urusan perpanjangan, ternyata tidak hanya STAI Madiun yang mengalami kesulitan, namun banyak juga perguruan tinggi lain yang telah mengajukan perpanjangan ke BAN-PT ternyata harus kembali untuk cek kelengkapan pelaporannya."

Belum lagi dengan masalah berita yang terdapat di media massa bahwa sekarang banyak terdapat mahasiswa abal-abal dan dosen abal-abal. Sebenarnya untuk mahasiswa dan dosen, selama itu terdaftar di PDDIKTI dan operator melengkapi laporannya, maka tidak akan terdapat ungkapan abal abal. Dengan demikian, sarasehan ini sangatlah penting untuk dilaksanakan.

Dalam sambutan yang mewakili Kopertais, wakil Kopertais berkata, "Dalam pelaksanaan pelaporan ini jangan hanya melaporkan saja, akan tetapi datanya harus berkualitas dan berkuantitas. Artinya, data yang telah dilaporkan antara data di Kopertais, Dikti dan Emis harus sinkron. Jangan sampai ada mahasiswa yang tidak mempunyai NIRM (Nomor Induk Registrasi Mahasiswa) di Kopertais sehingga data yang ada di PTKIS dan yang lainnya berkesinambungan. Jadi, pengkoordinasian dalam bentuk Cluster ini sangatlah penting dalam mengkoordinir PTS yang ada di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya yang jumlah anggotanya paling banyak dibanding dengan Kopertais yang lainnya. Sehingga perlu membentuk cluster untuk memudahkan koordinasi dengan para operator, sehingga terbentukkan 6 cluster di bawah naungan kompertais IV Surabaya yaitu Matraman, Madura, Tapal Kuda, Susi, Pantura, Sasambo, Beliau mensuport segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh pengurus tiap cluster sehingga dalam tahun 2015 ini ada perubahan dratis dan data semakin membaik hinggan menjadi 99%. Bapak Sekretaris menaruh harapan yang sangar besar kepada pengurus cluster yang ada ini untuk selalu mewujudkan program-program yang di lakukan oleh pihak Kopertais Wilayah IV Surabaya.

Dalam pelaksanaannya, acara sarasehan tersebut dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama pembahasan tentang menu dan fungsi yang ada di Feeder, cara menggunakan aplikasi Feeder beserta patch-nya, penyebab kegagalan singkronisasi antara Feeder dengan forlap.pddikti.go.id, cara mendapatkan kode registrasi dari www.forlap.dikti.go.id, validasi Feeder yang terdiri dari Mahasiswa non reguler, mahasiswa ganda, validasi mahasiwa, validasi aktivitas mahasiswa, validasi matakuliah, dan validasi aktivitas mengajar dosen.

Adapun sesi kedua berisi cara inputting data, yaitu memasukkan data mahasiswa, histori pendidikan, aktivitas mahasiswa, mata kuliah, kurikulum, pembuatan kelas, input nilai beserta bobotnya, dan daftar mahasiswa lulus/drop out.[BDN]

Kopertais Kawal Penguatan Data dan Sistem Informasi PTKIS

emis-pdpteiring perkembangan era teknologi informasi saat ini, proses pengelolaan data dan sistem informasi menjadi tuntutan yang harus disambut oleh setiap satuan pendidikan, termasuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Hal inilah yang menjadi alasan diselenggarakannya Workshop Penguatan Data dan Sistem Informasi bagi PTKIS Kopertais Wilayah IV, tanggal 24-26 April 2015 di Surabaya. Kegiatan yang dibagi dalam dua gelombang ini diikuti oleh seluruh operator pangkalan data dan sistem informasi di masing-masing PTKIS Kopertais Wilayah IV dengan jumlah total 160 peserta.

Penguatan data dan sistem informasi PTKIS menjadi fokus program Kopertais Wilayah IV di tahun 2015, salah satunya melalui penyelenggaraan workshop bagi para operator. Ada tiga sistem aplikasi pangkalan data yang disuguhkan sebagai materi workshop, antara lain: Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) yang dikembangkan oleh Kemenristekdikti, Educatioan Management Information Systems (EMIS) dikembangkan oleh Kementerian Agama, dan Sistem Informasi Manajemen Kopertais Wilayah IV (SIMKOPTA). Ketiga aplikasi tersebut harus dikuasai dan diaplikasikan oleh tiap PTKIS Kopertais Wilayah IV sebagai bagian dari sistem layanan administrasi dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Abd. A’la M.Ag., selaku Koordinator Kopertais Wilayah IV menyatakan bahwa penataan sistem informasi di PTKIS merupakan bagain dari upaya peningkatan mutu sekaligus sebagai amanah dari undang-undang. “Dalam UU No 12. Tahun 2012 Pasal 52 telah ditegaskan bahwa penjaminan mutu pendidikan tinggi merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan, didasarkan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi. Untuk itu PTKIS harus menjalankan dan mengawal amanah tersebut secara konsisten”, tegasnya.

Hadir beberapa nara sumber selama pelaksanaan workshop, baik dari tim PD Dikti Kemenristekdikti dan Kemenag Jakarta, EMIS Kemenag Jakarta serta SIMKOPTA Kopertais Wilayah IV. Para operator PTKIS cukup antusias mengikuti jalannya kegiatan, mengingat ini sebagai momen penting untuk terus meng-update laporan akademik PTKIS secara periodik. Untuk aplikasi SIMKOPTA, sejak tahun ini telah ditambahkan menu bidang ketenagaan sebagai aplikasi baru yang juga harus disiapkan dan dikuasai oleh seluruh operator PTKIS Kopertais Wilayah IV.

Di sela kegiatan, Koordinator Kopertais Wilayah IV mengukuhkan beberapa Koordinator Cluster Pangkalan Data dan Sistem Informasi PTKIS Kopertais Wilayah IV, antara lain: cluster Pantura, cluster Matraman, cluster SuSi (Surabaya-Sidorajo), cluster Madura, cluster Tapal Kuda, cluster NTB-Bali. Adanya koordinator cluster tersebut dimaksudkan untuk membantu optimalisasi kinerja para operator di tiap distrik, sekaligus untuk mempermudah pola komunikasi dan koordinasi dan menyusun laporan.[MNH]

Pembuktian Komitmen, Peserta Serdos 2014 Tandatangani Pakta Integritas

pakta integritas2014Sebanyak 53 peserta sertifikasi dosen lulus tahun 2014 menandatangani Pakta Integritas bersama Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) masing-masing dan Koordinator Kopertais Wilayah IV. Acara yang digelar di Hotel Utami Sidoarjo (2/4) ini dimaksudkan untuk membangun komitmen dan integritas para dosen PTKIS sebagai tanggung jawab dosen profesional.

Beberapa poin yang tertuang dalam pakta integritas tersebut menyatakan bahwa dosen bersangkutan adalah: dosen tetap yayasan, tidak berusia lebih 65 tahun nol bulan, tidak berstatus PNS atau dosen tetap atau guru tetap pada yayasan/lembaga lain, tidak berstatus pegawai tetap di lembaga lain selain di tempat bertugas sebagai dosen, tidak sedang mengikuti sertifikat guru baik melalui jalur portofolio maupun jalur pendidikan dan atau sudah bersertifikat guru professional, serta tidak sedang melaksanakan tugas belajar/beasiswa studi.

Para dosen profesional juga memiliki tanggung jawab melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan beban kerja paling sedikit ekuivalen dengan 12 SKS dan paling banyak 16 SKS per semester. Bagi dosen yang mendapat penugasan tambahan sebagai pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan harus melaksanakan dharma pendidikan paling sedikit ekuivalen dengan 3 SKS per semester. Apabila dosen tidak dapat melaksanakan beban kerja sebagaimana dimaksud, yakni ketidakmampuan menunjukkan bukti fisik dari pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud, dan/atau tidak bisa melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, maka dosen berangkutan bersedia dikenakan sanksi moral dan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tahun 2014 tercatat ada 54 quota peserta sertifikasi dosen Kopertais Wilayah IV, 1 diantaranya gagal dalam proses penilian yang dilakukan oleh UIN Sunan Gunung Jati Bandung selaku PTP (Perguruan Tinggi Penilai). Kopertais Wilayah IV sebenarnya mengajukan 170 calon peserta melalui Kementerian Agama, namun belum semuanya bisa diikutkan mengingat adanya batasan quota. Koordinator Kopertais Wilayah IV berharap agar para dosen yang telah menandatangani pakta integritas dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai dosen profesional sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.[MNH]

Halaman 7 dari 25

Joomla templates by Joomlashine