Selasa, 16 Juli 2019

Undangan Calon Peserta SERDOS Workshop Tata Kelola Serdos Online 2019  | download

 

Jumat, 17 Mei 2019

PENDAFATARAN SERDOS untuk FAI, 2019 ; download

 

Senin, 07 Januari 2019

Berkas SKP terbaru per 1 Januari - 31 Desember 2018,download

 

Rabu, 26 Juni 2019

Workshop Akreditasi Perguruan Tinggi di Tanjung Kodok; undangan DelegasiJadwal

 

Minggu, 12 Agustus 2018

Undangan Forum Prodi PBA di UNUJA Paiton; download Undangan [25-26 Agustus 2018]

 

Kamis, 05 Juli 2018

Bantuan Kemahasiswaan Kemenag, download

 

Jumat, 03 Mei 2019

Workshop Evaluasi data EMIS CLUSTER SUSI, Undangan

 

Minggu, 11 November 2018

Workshop Pemutahiran data EMIS dan PDDIKTI Cluster MADURA |  [14 NOV 2018] | undangan

 

Kamis, 25 Oktober 2018

Workshop Pemutahiran data EMIS dan PDDIKTI Cluster SUSI |  [29 Okt 2018] | undangan

 

PTKIS Madura Deklarasikan Asosisasi LPM

Asosiasi LPM PTKIS MaduraPengembangan mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Madura, semakin tampak kepadak halayak. Hal ini telihat dari terbentuknya Asosiasi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) PTKIS se-Madura yang dimotori oleh Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk. Pasca terbentuknya Asosiasi LPM-PTKIS Madura, INSTIKA bersama LPM-PTKIS Madura melakukan audiensi ke Kompertais IV Surabaya pada 03 Desember 2015 dalam rangka menyatukan persepsi pengembangan mutu PTKIS se-Madura.

Audiensi tersebut mendapatkan sambutan dari Koordinator Kopertais IV Surabaya, Prof. Dr. H. Abd.A’la, MA. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa, audiensi adalah silaturrahim kekeluargaan dan kelembagaan dan merupakan momentum awal terbentuknya budaya mutu di PTKIS Madura. “PTKIS tidak bisa menghindar dari penguatan mutu karena tantangan cukup kuat,” tegasnya. Pembentukan Asosiasi LPM-PTKIS Madura merupakan awal yang tepat, imbuhnya.

Selaku Sekretaris Kopertais Wilayah IV Surabaya, Muhammad Nuril Huda, mengapresiasi terbentuknya Asosiasi LPM-PTKIS Madura dan dilakukannya audiensi ke Kopertais Wilayah IV Surabaya. Ia berharap, INSTIKA sebagai Koordinator Asosiasi Jaminan Mutu se-Kopertais IV Surabaya, dapat membangun Asosiasi LPM di luar Madura, seperti di NTB, NTT, Bali, di daerah Pantura dan Tapal Kuda. Demikian dalam rangka melebarkan sayap pengembangan mutu perguruan tinggi di bawah naungan Kopertais IV Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, INSTIKA menyatakan bersedia untuk mengajak PTKIS di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya. “INSTIKA akan terus memperlebar jaringan pengembangan mutu perguruan tinggi, tidak hanya di Madura, tetapi di daerah lain,” kata Kepala LPMP INSTIKA, Abdul Halim, dalam audiensi. Moh. Wardi, salah satu peserta audiensi dari Perguruan Tinggi STAINATA Sampang, mengaku sangat optimis bisa kembangkan mutu perguruan tinggi dengan bergabungnya ke Asosiasi LPM-PTKIS Madura.

Selengkapnya: PTKIS Madura Deklarasikan Asosisasi LPM

WORKSHOP OJS WILAYAH TAPALKUDA DAN BALI SEBAGAI PERSIAPAN MENUJU AKREDITASI EJOURNAL

OJS LumajangMenindaklanjuti Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah yang mensyaratkan versi online untuk jurnal ilmiah (Ejournal), maka Kopertais IV Wilayah Surabaya bekerjasama dengan IAI Syarifuddin Lumajang pada 21-22 Rabiul Awal 1437 H/2-3 Januari 2016 M lalu telah diselenggarakan Workshop Manajemen Pengelolaan Open Journal System (OJS) untuk Pengelola Ejournal Wilayah Tapalkuda dan Bali.

Syuhud selaku ketua LP3M IAI Syarifuddin yang sekaligus ketua pelaksana dalam kegiatan ini memaparkan pentingnya pengelolaan jurnal dan kebermanfaatan jurnal versi online bagi masyarakat. “Tentunya versi online ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan versi cetak, diantaranya mudah diakses oleh pembaca, calon penulis, dan reviewer, penyebaran yang lebih luas, serta biaya produksi yang jauh lebih murah tanpa memerlukan kertas. Dengan sistem jurnal online, pengelola juga lebih mudah mengembangkan kerja sama internasional, yang tentunya akan sangat berpengaruh pada kualitas jurnal dan artikel-artikel di dalamnya.”

Para peserta digodog langsung oleh Muhammad Zamzami, nara sumber dengan materi persiapan menuju akreditasi ejournal, yang juga menjadi Wakil Redaktur Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, redaktur pelaksana Jurnal Islamica: Jurnal Studi Keislaman yang diterbitkan Progam Studi Filsafat Agama UIN Sunan Ampel Surabaya yang sudah terakreditasi. Nara sumber yang juga turut memberikan pelatihan pada kegiatan ini adalah Nur Hasib selaku tim EJournal di Kopertais IV Surabaya yang memberi materi terkait teknis pengelolaan OJS. Secara detail Nur Hasib langsung mempraktikkan pengelolaan Ejournal dan space bagi peserta yang belum mempunyai website.

Selengkapnya: WORKSHOP OJS WILAYAH TAPALKUDA DAN BALI SEBAGAI PERSIAPAN MENUJU AKREDITASI EJOURNAL

Foredj Gelar Workshop Pengelolaan OJS Tahap III

foto 2Bekerjasama dengan STIT NU Al-Hikmah Trowulan Mojokerto, Forum Redaktur Jurnal atau Foredj di lingkup Kopertais IV Wilayah Surabaya menggelar Workshop Manajemen Pengelolaan Open Journal System (OJS), Kamis (31/12). "Kegiatan ini ketiga kalinya digelar setelah pada Juli di Unipdu Jombang dan awal bulan Desember lalu di STAI Madiun," ujar koordinator Foredj Mukani.


Peserta kegiatan ini berasal dari 20 PTKIS. Seperti UIM Pamekasan, STAI Saychona Cholil Bangkalan, STAI Madiun, STAIDA Nganjuk, Unipdu Peterongan Jombang, STAI Lukman Hakim Surabaya, STIT UW Jombang, IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, STAI At-Tahdzib Jombang dan sebagainya. "Mereka semua ini adalah para operator OJS di jurnal masing-masing PTKIS," imbuhnya.


Hadir sebagai nara sumber adalah Nur Hasib selaku admin E-Journal di Kopertais IV Surabaya. "Mengelola OJS sebuah jurnal butuh keseriusan dan ketekunan, semua artikel yang ada sebenarnya bisa diunggah dalam waktu satu jam," ujarnya.


Meski begitu, lanjutnya, mengelola OJS jurnal butuh kesabaran yang ekstra. "Tidak jarang pengelola dikomplain karena adanya artikel yang ternyata plagiat, itu belum ditambah dengan honor yang diterima masih sangat minim," imbuhnya.


Namun hal itu akan terbayar dengan lunas saat jurnal yang dikelola mampu dinilai baik dan bereputasi oleh para pembaca. "Sehingga jurnal yang bersangkutan semakin dipercaya publik dalam menyajikan artikel berkualitas," katanya.


Jika memungkinkan, lanjutnya, peserta juga mampu melakukan indeksisasi dari artikel yang diunggah. "Baik di Google Scholar, DOAJ, Scopus, ISSU, Moraref, Thomson Web of Science ataupun yang lainnya," ujarnya. Untuk pengajuan gelar guru besar, lanjutnya, juga berdasarkan jumlah indeksisasi ini.


Manfaat dari kegiatan ini sangat dirasakan Muhaimin. Peserta dari STAI Saychona Cholil Bangkalan ini mengaku baru kedua kali mengikuti workshop OJS. "Yang pertama saat di Unipdu Jombang pada Juli 2015 lalu," katanya.


Meski baru dua kali, Muhaimin mengaku bahwa sudah mampu untuk mengunggah artikel-artikel yang sudah ada di jurnal format cetak. "Masalah nomer-nomer selanjutnya bisa dilanjutkan di rumah," imbuhnya.


"Acara ini luar biasa, karena di samping baru pertama kali saya mengikuti workshop OJS, sehingga apa yang saya dapatkan bisa sangat membantu saat mengunggah artikel-artikel di jurnal kampus kami," Mujiburrohman, peserta dari UIM Pamekasan.


Setelah workshop, lanjutnya, berharap jurnal yang dikelola mampu memiliki space tersendiri di website Kopertais IV Surabaya. (muk)

Halaman 4 dari 25

Joomla templates by Joomlashine