Rabu, 11 Januari 2017

Pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) 2016, download

 

Jumat, 23 Desember 2016

Undangan ASESOR Penilaian Beban Kerja Dosen (BKD), Download [29 Desember 2016]

 

Jumat, 21 Oktober 2016

BKD dan Pencairan SERDOS 2016, Download, download juga Aplikasi BKD-2016

 

Senin, 23 Januari 2017

Rapat Pimpinan PTKIS di NTT [27-30 Januari 2017], Undangan, dan Curiculum Vitae

 

Jumat, 13 Januari 2017

SK Serdos dan Impasing download, undangan Pakta Integritas download

 

Sabtu, 10 Desember 2016

Temu Jaringan Peneliti Kopertais IV, download

 

Rabu, 08 Februari 2017

Pertemuan EMIS-PDDIKTI Cluster Madura, Download [Kediri, 13-14 Februari 2017]

 

Jumat, 11 November 2016

Sarasehan EMIS Cluster SUSI-NTT, [14 Nov 2016], download

 

Jumat, 11 November 2016

Sarasehan EMIS Tapalkuda-Bali [13 Nov 2016], download

 

alih-statusSetelah keberhasilan proses alih status beberapa PTAIS di lingkungan Kopertais Wilayah IV dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, maupun dari Institut menjadi Universitas, kini lima PTAIS siap menyusul. Kelima PTAIS tersebut antara lain: Institut Agama Islam Ibrahimy Situbondo, Sekolah Tinggi Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk, Sekolah Tinggi Agama Islam Syarifuddin Lumajang, Sekolah Tinggi Islam Bani Fattah Jombang, Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi.

Rabu (7/5) kelima PTAIS tersebut telah mempresentasikan grand design sekaligus laporan perkembangan persiapan alih status dari STAI/Institut menjadi Institut/Universitas di hadapan tim penilai dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI. Hadir dalam presentasi tersebut antara lain: Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA; Kasubdit Kelembagaan, Dr. Mastuki, M.Ag; Kasubdit Pengembangan Akademik, Dr. Muhammad Zain, M.Ag dan beberapa tim dari Diktis. Selain lima PTAIS dari Kopertais Wilayah IV, ada dua PTAIS dari wilayah Sumatera dan Aceh yang melakukan presentasi, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Lubuklinggau Sumatera Selatan dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga Bireuen Aceh.

Sebelumnya beberapa PTAIS di lingkungan Kopertais Wilayah IV juga telah melakukan alih satus kelembagaan. Tiga diantaranya adalah: Institut Keislaman Hasyim Asy’ari (IKAHA) menjadi Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Jombang pada tahun 2012, Sekolah Tinggi Agama Islam Darullughah Wadda’wah menjadi Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan pada tahun 2013, Sekolah Tinggi Agama Islam Zainul Hasan menjadi Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (INZAH) Genggong Probolinggo pada tahun 2014.

Menanggapi rencana alis status ini, Soim, salah satu tim alih status dari STAI Pangeran Diponegoro Nganjuk menyatakan bahwa pihaknya telah siap secara penuh untuk mengawal proses konversi tersebut. Setelah melakukan presentasi, ia menyatakan bahwa pihak STAI Pangeran Diponegoro Nganjuk langsung mengadakan rapat pimpinan bersama stakeholders untuk menyiapkan langkah teknis-strategis. “Dalam waktu dekat, kita akan terus melakukan bimbingan teknis bersama tim dari Diktis untuk melengkapi kekurangan yang ada, seperti dosen dan proporsi program studi sebagaimana ketentuan”, tandasnya.

Dari kelima PTAIS tersebut sebenanya hanya sebagian dari begitu banyaknya PTAIS Kopertais Wilayah IV yang telah mengajukan proposal alih status kelembagaan. Begitu tingginya animo perubahan status kelembagaan PTAI ini sejalan dengan keinginan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI untuk mewujudkan upaya pemerataan dan perluasan akses pendidikan Islam. Selain itu, terbitnya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3389 tahun 2013 tentang Penamaan Perguruan Tinggi Agama Islam, Fakultas dan Jurusan pada Perguruan Tinggi Agama Islam, dimana sudah tidak tercantum lagi nomenklatur Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) sebagai bagian dari perguruan tinggi Islam, menjadi faktor pendorong alih status dari STAI menjadi institut atau universitas.

Disinggung terkait hal ini, Koordinator Kopertais Wilayah IV, Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag berharap agar PTAIS dapat memanfaatkan perubahan status kelembagaan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Bukan semata karena ikut-ikutan atau gengsi. “Yang terpenting adalah bagaimana setelah perubahan status itu terjadi, yakni PTAIS harus melakukan penataan sumber daya, baik pembiayaan, sumber daya manusia maupun infrastruktur lembaga agar menjadi PTAIS yang unggul dan kompetitif”, tambahnya.[MNH]

Joomla templates by Joomlashine