Kamis, 02 November 2017

Pendaftaran JabFung Dosen PTKIS 2017; download

 

Senin, 16 Oktober 2017

MATERI WORKSHOP SAPTO 2017 (GreenSA), download

 

Jumat, 13 Oktober 2017

Workshop Akreditasi Online SAPTO [16 Okt 2017] download

 

Rabu, 25 Oktober 2017

Workshop EMIS dan PDDIKTI Cluster Tapalkuda-Bali dan Cluster SASAMBO (15-16 Desember 2017); Undangan

 

Jumat, 13 Oktober 2017

Undangan Workshop Pemantapan Penyusunan Deskripsi Diri dan Curriculum Vitae Peserta Sertifikasi Dosen Tahun 2017 download

 

Kamis, 21 September 2017

Berikut perubahan template format izajah dan blonko ijazah

 

Sabtu, 21 Oktober 2017

FGD Forejd Kopertais, DI STAI HASANUDDIN PARE [28-29 Oktober 2017], Undangan

 

Jumat, 21 Juli 2017

FGD Forejd Kopertais, [31 Juli 2017], Undangan Rev.1

 

Kamis, 30 Maret 2017

Workshop Ejournal Foredj Cluster madura,[5 April 2017] Download

 

ForedForum Redaktur Jurnal atau Foredj di lingkungan Kopertais IV Wilayah Surabaya menggelar kegiatan Workshop Open Journal System (OJS) di kampus Unipdu Peterongan Jombang, Selasa (28/7). Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Workshop E-Journal di Hotel Bisanta Bidakara Surabaya, 15-17 Mei 2015 lalu.
Hadir sebagai narasumber adalah Mukhammad Zamzami selaku Wakil Redakur Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam dan redaktur pelaksana Islamica: Jurnal Studi Keislaman yang diterbitkan Progam Studi Filsafat Agama UIN Sunan Ampel yang sudah terakreditasi. Juga Abdullah Mahfudz Nazal yang menjadi editor Journal of Indonesian Islam (JIIS) yang bereputasi internasional dan terakreditasi.


Kegiatan ini diikuti 73 peserta yang merupakan pemimpin jurnal ilmiah yang sudah memiliki International Standart Series Number (ISSN). Baik yang berasal dari Jawa Timur, Bali ataupun NTB.


    “Peserta memang dibatasi, agar kegiatan workshop bisa lebih optimal dan hasilnya lebih maksimal,” kata koordinator Foredj Mukani. Pimred dari jurnal ilmiah Urwatul Wutsqo Jombang ini juga mengapresiasi kehadiran peserta dari luar Jawa Timur. “Mereka seolah belum terpuaskan dari workshop yang digelar pada bulan Mei lalu,” imbuhnya.
Pria yang juga sekretaris redaksi jurnal ilmiah Pikir Nganjuk ini juga berharap agar peserta yang sudah memperoleh bekal dari workshop ini bisa menyebarluaskan ke sesama pengelola jurnal. “Terutama kepada pengelola jurnal di kampus yang satu wilayahnya,” ujarnya.


Pria berkopyah ini juga berharap agar koordinator tiap klaster segera menggelar kegiatan serupa. “Akan dibantu oleh Foredj untuk menggelar kegiatan seperti ini di masing-masing klaster, agar tahun depan semua jurnal di lingkup Kopertais IV sudah dalam bentuk e-journal,” imbuhnya.

Saat menyampaikan sambutan atas nama Sekretaris Kopertais IV Surabaya, Zamzami lebih memberikan motivasi kepada para pengelola jurnal. “Bapak ibu semua saya yakin mampu meraih predikat jurnal terakreditasi, sebagaimana yang sudah diraih jurnal Tsaqofah yang diterbitkan oleh Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo,” ujarnya.  
Zamzami juga menjelaskan target dari kegiatan workshop ini. Yaitu para peserta mampu menutupi dan mengisi semua view yang sudah disiapkan di website Kopertaias IV pada link jurnal. “Bahkan harus juga bisa memasukkan artikel ke dalam space yang sudah ada itu,” imbuhnya.


Jika memungkinkan, lanjutnya, peserta juga mampu melakukan indeksisasi dari artikel yang diunggah.  “Baik di Google Scholar, DOAJ, Scopus, Thomson Web of Science ataupun yang lainnya,” pungkasnya.


Sedangkan Abdullah Mahfud Nazal lebih memaparkan materi tentang teknis dalam pengelolaan e-journal. “Belajar e-journal itu proses, perlu kontinuitas dalam terus-menerus setelah workshop, tidak sekadar saat workshop ini,” ujar pria yang akrab dipanggil Dewo ini.
Pada dekade terakhir, lanjutnya, bentuk e-journal adalah suatu keharusan. Hal ini disebabkan banyak alas an, di antaranya adalah jaminan ketersediaan full text, kualitas artikel mudah diketahui, bahasa lebih universal dan diseminasi online lebih luas. Termasuk juga mudah terindeks di lembaga pengindeks bereputasi, jumlah sitasi yang banyak dan trend pada masa sekarang memang suka on-line.


Untuk menjadi jurnal yang on-line, urai Dewo, ada beberapa hal yang harus diurusi. Yaitu mengurus ISSN untuk jurnal on-line, nama jurnal harus sesuai ISSN, artikel jurnal sesuai dengan volume, struktur editorial team dan author guidelines. Termasuk juga etika publikasi, fokus kajian, statement copyright, statistik pengunjung dan nomor unik DOI.
Oleh karena itu, jurnal dikategorikan bereputasi jika memenuhi banyak unsur. Yaitu artikelnya berkualitas wahid, memiliki platform yang sesuai dengan jurnal terkenal, memiliki versi online dan menggunakan OJS.


Dari sisi dewan redaksi, harus berasal dari berbagai propinsi untuk jurnal nasional atau dari berbagai benua untuk jurnal internasional. Juga melakukan indeksasi berbagai pengindeks bereputasi dan menampilkan indikator capaian portal. (muk)

Joomla templates by Joomlashine