Sabtu, 23 September 2017

REVISI-2 Pencairan SERDOS 2017 tahap 2, download-REVISI2-berkas-berkas

 

Sabtu, 23 September 2017

REVISI 2 Pemberkasan BKD 2017 tahap 2, download-REVISI2

 

Kamis, 07 September 2017

Revisi Undangan Workshop Sertikasi Dosen Tahun 2017, [11 September 2017] Revisi-Undangan

 

Kamis, 21 September 2017

Berikut perubahan template format izajah dan blonko ijazah

 

Senin, 31 Juli 2017

Workshop Jabfung, SASAMBO, undangan

 

Senin, 31 Juli 2017

Evaluasi Operator PDDIKTI SASAMBO, undangan

 

Jumat, 21 Juli 2017

FGD Forejd Kopertais, [31 Juli 2017], Undangan Rev.1

 

Kamis, 30 Maret 2017

Workshop Ejournal Foredj Cluster madura,[5 April 2017] Download

 

Selasa, 14 Maret 2017

Pertemuan EMIS-PDDIKTI Cluster SUSI-NTT, download

 

OJS UNISLAUntuk keempat kali, Forum Redaktur Jurnal (Foredj) di Lingkup Kopertais Wilayah IV Surabaya menggelar Workshop dan Temu Operator E-Journal, Minggu (31/1). Bertempat di kampus Universitas Islam Lamongan, kegiatan ini diikuti 58 peserta. Hadir sebagai narasumber adalah Nur Hasib selaku admin E-Journal di Kopertais IV Surabaya.

“Selain dari Jawa Timur, ada juga peserta yang berasal dari STAI Denpasar dan NTB,” ujar ketua panitia Sudarto Murtaufiq. “Di luar dugaan panitia jika antusias peserta sangat tinggi sehingga yang hadir sebanyak ini, karena panitia hanya menargetkan 30 peserta,” imbuhnya.

Dekan Fakultas Agama Islam Unisla, Ahmad Suyuthi, menyambut positif kegiatan ini. “Jika teman-teman redaktur jurnal mau menggelar acara lagi, kami di Unisla siap menjadi tuan rumahnya,” ujar pria berkopyah ini.

Saat memberikan sambutan, Sekretaris Kopertais Wilayah IV, Muhammad Nuril Huda, juga mengapresiasi kegiatan yang dimotori Foredj ini. “Semoga semangat peserta tidak hanya dari kuantitas, tapi juga kualitas,” katanya.

E-journal, lanjut Nuril, merupakan perubahan kebijakan sebagai sebuah tuntutan agar artikel diunggah di online. Ini bisa menghindari plagiasi. “Sekarang sudah ada pergeseran orientasi kepenulisan artikel di jurnal, yang dulunya penulis takut jika artikelnya dijiplak saat sudah diunggah, tapi sekarang malah hal itu sebagai sebuah tuntutan,” imbuhnya.

“Kegiatan ini harus dilihat sebagai poros utama dalam pengembangan akademik seorang dosen, agar tulisan-tulisan yang dimuat semakin berkualitas, sehingga budaya akademik terjaga,” imbuhnya. “Sehingga ke depan Kopertais Wilayah IV mendorong agar semua PTKIS memiliki space sendiri bagi e-journal, tidak hanya puas jika sudah berada di website Kopertais Wilayah IV,” ujarnya.

Hal ini, pungkasnya, akan memiliki nilai lebih. “Terutama saat akreditasi kampus ataupun akreditasi jurnal nanti,” katanya.

Peserta kegiatan ini dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok besar berisi peserta yang baru pertama kali mengikuti workshop e-journal. Kegiatan inti dimulai dengan pengenalan open journal system (OJS) oleh narasumber. “Mengelola OJS sebuah jurnal butuh keseriusan dan ketekunan, semua artikel yang ada sebenarnya bisa diunggah dalam waktu satu jam,” ujarnya.

Meski begitu, lanjutnya, mengelola OJS jurnal butuh kesabaran yang ekstra. Namun hal itu akan terbayar dengan lunas saat jurnal yang dikelola mampu dinilai baik dan bereputasi oleh para pembaca. “Kuncinya, agar bagus, yang penting itu konsistensi dalam pengelolaan, terserah ikuti alur yang mana,” katanya.

Yang penting, lanjut Hasib, space yang ada diisi dulu semua. Mulai dari tahap awal sampai akhir. “Karena tahun 2016 kita targetkan semua redaktur jurnal sudah mandiri dalam mengelola e-journal,” imbuhnya.

Bagi kelompok kecil yang sudah mengikuti workshop e-journal beberapa kali, kegiatan lebih banyak diisi dengan sharing. Kegiatan ini dipandu oleh Muhammad Idris dari jurnal Ta’dibi STAI Lukman Hakim Surabaya. “Ini mengakomodasi bagi teman-teman operator yang mengalami kesulitan untuk masuk ke step berikutnya,” ujarnya.

Koordinator Foredj Mukani menyatakan bahwa kegiatan ini akan tetap dilanjutkan secara kontinyu. “Kita koordinasikan PTKIS mana yang akan menggelar kegiatan workshop seperti ini, dengan mengundang PTKIS sekitar, nanti Foredj akan memfasilitasi,” katanya.

Upaya ini, lanjutnya, dilakukan karena banyak dosen yang bermasalah dengan berkas-berkas sertifikasi yang dikumpulkan. “Semua bermuara ternyata nyantol karena belum memiliki artikel di e-journal,” imbuhnya.

Untuk itu, harapnya, para operator e-journal bersemangat untuk menuntaskan masalah ini. “Jika jurnal sudah online, teman-teman dosen akan tidak terkendala lagi,” ujarnya. Sehingga proses akreditasi jurnal akan lebih mudah. Terlebih setelah e-ISSN sudah diurus ke LIPI Jakarta. (muk)

Joomla templates by Joomlashine